"Keputusan bersama ini diambil menjadi rumusan agar tidak memperburuk situasi. Kita harus menahan diri agar wabah ini segera berlalu. Untuk itu Imlek kali ini tentu tidak semeriah tahun lalu karena adanya pembatasan kegiatan masyarakat," ungkapnya.
Dia menuturkan helat yang rutin digelar pada Imlek sebelumnya dan terpaksa ditiadakan antara lain sembahyang dan pawai Dewa Co She Kong keliling kelenteng, iven perang air atau Cian Cui, arak-arakan barongsai, dan pesta kembang api.
Baca juga: Termasuk Vila Hantu, Ini 7 Tempat Wisata yang Terbengkalai dan Menyeramkan
"Pelaksanaan ibadah akan tetap dilakukan di masing-masing kelenteng. Namun harus menerapkan prokes (protokol kesehatan), dari menyediakan alat ukur suhu tubuh, sarana cuci tangan, mengenakan masker dan menjaga jarak yang sebagaimana diberlakukan," tutur Wanandi Salim.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.