Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mantan Pramugari Hayley Bowles Ungkap Pengalaman Mengerikan Sepanjang Kariernya

Salsabila Jihan , Jurnalis-Jum'at, 29 Januari 2021 |02:04 WIB
Mantan Pramugari Hayley Bowles Ungkap Pengalaman Mengerikan Sepanjang Kariernya
Mantan pramugari British Airways. (Foto: Hayley Bowles)
A
A
A

Pada penerbangannya kali itu, ia memiliki penumpang yang tidak bisa berbicara, lalu ada penumpang lainnya yang datang dan berlarian ke toilet sambil berteriak, "Saya tidak bisa melakukan ini".
"Seorang wanita yang saya datangi seperti memberikan reaksi, 'Ah, jangan bicara dengan saya' dan saya akan membalas seperti, 'Oke, saya akan meninggalkan Anda sendiri' dan saya hanya berkata kepada suaminya, 'Ada kami di sini. Jika membutuhkan sesuatu, beri tahu kami'," tuturnya.
Hayley melanjutkan bahwa kemudian ada wanita lain yang menangis dan berusaha berbicara dengannya secara pribadi dan Hayley berkata; "Lihat saya. Saya tahu apa yang terjadi kemarin, saja juga memiliki anak di rumah. Kita akan pulang hari ini dan saya tidak berencana untuk tidak pulang," terangnya.
Sebagai pramugari, ia harus tahu bagaimana cara berbicara dengan setiap penumpang tentang apa yang sedang mereka butuhkan.
"Beberapa meminta agar saya meninggalkan mereka sendiri, beberapa membutuhkan ketenangan, beberapa ingin tahu nama saya, dan ingin memegang tangan saya," jelasnya.
Ia menambahkan, penerbangan tersebut cukup menarik sebenarnya, namun dirinya tidak ingin melakukannya lagi.
Karena keterampilan layanan kepada pelanggan itulah yang bisa membantu Hayley memahami peran barunya di panti jompo Dimensia Nellsar. "Pada akhirnya tugas saya adalah berbicara dengan keluarga," ucap Hayley.
"Bertahun-tahun saya berbicara dalam penerbangan. saya pikir karena itulah saya telah benar-benar menempatkan diri saya pada posisi yang baik karena kemampuan saya untuk membangun hubungan dengan seseorang dengan sangat cepat, membaca seseorang, dan mengetahui apa yang mereka butuhkan," lanjut dia. 
Meski pekerjaan barunya sangat jauh dari kemewahan dan keuntungan saat dirinya menjadi pramugari, Hayley menggambarkan pekerjaannya ini sebagai 'hadiah'.
"Sejujurnya saya berpikir, saya tidak akan pernah bisa menemukan pekerjaan lain yang akan memenuhi kepuasan kerja saya. Tetapi yang satu ini, saya melakukannya dengan cara yang sangat berbeda," katanya.

Pada penerbangannya kali itu, ia memiliki penumpang yang tidak bisa berbicara, lalu ada penumpang lainnya yang datang dan berlarian ke toilet sambil berteriak, "Saya tidak bisa melakukan ini".


"Seorang wanita yang saya datangi seperti memberikan reaksi, 'Ah, jangan bicara dengan saya' dan saya akan membalas seperti, 'Oke, saya akan meninggalkan Anda sendiri' dan saya hanya berkata kepada suaminya, 'Ada kami di sini. Jika membutuhkan sesuatu, beri tahu kami'," tuturnya.


Hayley melanjutkan bahwa kemudian ada wanita lain yang menangis dan berusaha berbicara dengannya secara pribadi dan Hayley berkata; "Lihat saya. Saya tahu apa yang terjadi kemarin, saja juga memiliki anak di rumah. Kita akan pulang hari ini dan saya tidak berencana untuk tidak pulang," terangnya.

Baca Juga: Travel Bubble Jangan Sampai Picu Gelombang Covid-19 Lebih Besar


Sebagai pramugari, ia harus tahu bagaimana cara berbicara dengan setiap penumpang tentang apa yang sedang mereka butuhkan.

"Beberapa meminta agar saya meninggalkan mereka sendiri, beberapa membutuhkan ketenangan, beberapa ingin tahu nama saya, dan ingin memegang tangan saya," jelasnya.


Ia menambahkan, penerbangan tersebut cukup menarik sebenarnya, namun dirinya tidak ingin melakukannya lagi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement