Anutin menambahkan, “sup herbal pedas berbahan dasar ganja, daging tumis kemangi, serta menu makanan penutup seperti cookies dan sorbet berpotensi menumbuhkan industri."
“Begitu negara dibuka, ini akan menjadi menu baru yang wajib dicoba semua orang,” lanjutnya.

Meningkatnya infeksi Covid-19 sejak pertengahan Desember 2020 dan persyaratan karantina yang ketat telah menjauhkan wisatawan asing dari negara yang populer dengan pantai dan situs budayanya tersebut.
Sementara Thailand mencari keuntungan dari popularitas ganja di kalangan wisatawan, penggunaan rekreasi tetap dilarang. Mereka yang kedapatan dalam kepemilikan dan perdagangan dapat dihukum dengan hukuman penjara yang lama dan denda yang besar.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.