Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wisata Bersih Bakal Jadi Tren Pasca-Pandemi Covid-19

Antara , Jurnalis-Kamis, 21 Januari 2021 |12:03 WIB
Wisata Bersih Bakal Jadi Tren Pasca-Pandemi Covid-19
Danau Beratan di Bedugul, Bali (Foto: Instagram/ler_chek)
A
A
A

WISATA bersih bakal menjadi tren dalam industri pariwisata setelah pandemi Covid-19. Di mana aspek hygiene atau kebersihan akan menjadi perhatian para pelancong.

Hal itu disampaikan Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Afdhal Aliasar.

"Travellers akan mencari hotel yang mengutamakan aspek hygiene, jadi lebih bersih itu lebih yang dicari," kata Afdhal, dalam diskusi bertajuk "Memicu Lifestyle Halal Menuju Indonesia sebagai Negara Rujukan Pusat Halal Dunia" yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) jelang Hari Pers Nasional (HPN) 2021, Rabu kemarin.

Dirinya memandang bahwa pelancong akan lebih memilih untuk berpergian ke tempat yang tidak jauh dari tempat tinggal atau tempat wisata yang bisa diakses dengan kendaraan pribadi. Sehingga, wisata lokal menjadi lebih menarik minat pelancong.

Baca juga: Corona Mengganas, Disneyland Paris Tutup hingga April 2021

"Travelers lebih mencari kalau pun naik pesawat tapi tidak jauh-jauh itu akan menjadi sangat penting, mereka tidak ingin terlalu jauh untuk terbang karena risiko terkontaminasi dalam pesawat meningkat kalau seandainya penerbangan jarak jauh, panjang, jadi local tourism menjadi perhatian," tuturnya.

Pandemi Covid-19 lanjut Afdhal, juga mendorong preferensi untuk aktivitas outdoor lebih diminati. Jika sebelumnya berwisata yang sifatnya massal banyak dilakukan, kini berwisata lebih dilakukan secara grup kecil.

"Inilah yang tetap menghidupkan pariwisata kita, dan paling tentu, tentu adalah protokol kesehatan, bagaimana hygiene, safety diterapkan dengan baik dalam kegiatan halal traveling," kata dia.

Untuk menjamin keamanan dalam berwisata, Kementerian Pariwisata juga telah mengimbau hotel dan restoran untuk menerapkan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability).

Baca juga: 5 Fakta Menarik Pulau Natal, Letaknya Dekat Indonesia tapi Milik Australia

Hal penting lainnya dalam penerapan protokol kesehatan saat berwisata di tengah pandemi ialah digitalisasi. Pemanfaatan digital oleh para pelaku usaha menurutnya sangat penting, sebab masyarakat kini telah melek digital dan penetrasi internet berkembang saat pandemi.

"Kalau dulu digital itu pilihan, kalau sekarang adalah mandatory (keharusan)," ujarnya.

Gaya Hidup Halal

Terkait gaya hidup halal (halal lifestyle), Afdhal mengatakan, selain digitalisasi, kolaborasi antara hotel, transportasi, hingga makanan, dan keuangan adalah hal penting lainnya.

"Halal lifestyle tidak hanya berbicara kita pergi ke suatu daerah berwisata dan kita tetap menerapkan kegiatan-kegiatan secara halal, tapi juga melakukan transaksi channeling yang ada di dalam Islamic finance, kita usahakan supaya uangnya tidak lagi lari ke dalam ekosistem keuangan konvensional, tetapi lari ke dalam ekosistem keuangan syariah," sebut dia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement