Bagian itu pada gilirannya dikenali oleh sistem kekebalan sebagai penyerang asing, dan itu mulai membuat antibodi serta sel-sel kekebalan yang dapat mengenali dan menetralkan virus jika orang yang divaksinasi itu terpapar.
"Tidak satu pun dari vaksin covid-19 yang resmi dan direkomendasikan, atau vaksin covid-19 yang saat ini sedang dikembangkan di Amerika Serikat mengandung virus hidup yang menyebabkan covid-19. Ini berarti vaksin covid-19 tidak dapat membuat Anda sakit dengan covid-19," jelas CDC.
Baca juga: Ketum IDI Jelaskan Alasan Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas Disuntik Vaksin Covid-19
Tidak ada yang tahu berapa lama vaksin akan melindungi orang dari infeksi. Perlindungan yang diberikan oleh vaksin dapat memudar seiring waktu, dan beberapa vaksin memerlukan suntikan penguat bertahun-tahun kemudian.
Misalnya, CDC merekomendasikan orang dewasa untuk mendapat suntikan penguat tetanus setiap 10 tahun. Selama wabah campak atau gondok, CDC mengatakan beberapa orang disarankan untuk mendapatkan dosis tambahan vaksin MMR untuk perlindungan tambahan.
Ada juga kemungkinan bahwa virus corona baru bermutasi dengan cara yang membuat vaksin menjadi kurang efektif. Strain virus influenza bermutasi secara konstan dan itulah salah satu alasan orang membutuhkan vaksin flu segar setiap tahun. Namun, dokter berharap virus corona tidak bermutasi seperti flu.
Baca juga: Ini Alur Singkat Verifikasi dan Registrasi Penerima Vaksin Covid-19

(Hantoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.