Menjawab hal tersebut, Ahli Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), dr Syahrizal Syarif, MPH, PhD menerangkan, gejala Covid-19 jenis baru tidak jauh berbeda dengan Covid-19 generasi pertama.
"Soal gejala yang muncul ketika seseorang terinfeksi Covid-19 jenis baru, jawaban saya sama saja. Jadi, tidak ada perbedaan soal gejala yang ditimbulkan," kata dr Syahrizal pada Okezone melalui pesan singkat, belum lama ini.
Hanya saja dr Syahrizal menjelaskan, kekuatan menularnya virus mutasi tersebut lebih besar dibandingkan Covid-19 generasi pertama. "Dalam dunia medis, Ro dari Covid-19 yang lama adalah 4, sedangkan Ro Covid-19 jenis baru ialah 6,8," terangnya.
Ro di atas terkait dengan Ro basic reproduction rate atau kemampuan seseorang yang sakit menularkan kepada orang yang rentan tanpa adanya intervensi. Soal angka-angkanya, dapat diterangkan secara sederhana seperti ini.
"Artinya, jika satu orang sakit Covid-19 dia bisa menular ke 4 orang yang rentan. Sedangkan, pada situasi strain baru, virusnya bisa menular ke 6 hingga 7 orang yang rentan," papar dr Syahrizal.