Di sisi lain, Profesor Wendy Barclay dari Imperial College London menjelaskan bahwa anak-anak sejatinya bukan sasaran empuk virus SARS-CoV2. Sebab, jumlah reseptor ACE2 yang merupakan pintu masuk virus menyerang tubuh tak banyak ditemukan di tubuh anak-anak. Itu kenapa orang dewasa tetap menjadi populasi terbanyak yang terinfeksi Covid-19.
"Karena itu, membahas anak-anak dalam hal Covid-19 harus berhati-hati. Kami tidak mengatakan ini adalah virus yang secara khusus menyerang anak-anak atau lebih spesifik dalam kemampuannya menginfeksi anak-anak," terang Prof Barclay.

Virus baru tersebut, sambungnya, memiliki waktu yang lebuh sedikit untuk menginfeksi dan karena itu anak-anak menjadi lebih rentan. Padahal, sebelumnya hanya orang dewasa yang masuk dalam kategori rentan akibat ACE2 yang melimpah di tenggorokan dan hidung. "Karena itu, bakal banyak anak-anak yang terinfeksi sekarang," tambahnya.
Artinya, anak-anak bukan target utama dari virus baru tersebut, tetapi tubuh anak-anak menjadi sama rentannya seperti orang dewasa karena kekuatan si virus dalam hal waktu menginfeksi menjadi lebih kuat. Dengan begitu, jangan heran kalau Covid-19 jenis baru ini akan menyerang anak-anak dengan jumlah lebih tinggi dari data Covid-19 sebelumnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.