Lakukan Pertimbangan
Vaksin covid-19 yang diizinkan untuk penggunaan darurat tidak mengandung virus apa pun, melainkan mRNA yakni sebuah molekul yang berisi instruksi untuk membangun protein spesifik.
"MRNA hanyalah potongan informasi genetik yang dikirimkan ke sel Anda sendiri. Begitu berada di dalam tubuh, vaksin mRNA menginstruksikan sel untuk membangun protein yang memicu respons kekebalan yang melatih tubuh untuk mengenali virus corona jika tubuh menemuinya di masa mendatang," jelas Jamieson.
"Karena bekerja secara lokal, kemungkinan tidak berdampak pada janin," sambung dia yang juga menuturkan mRNA tidak dapat menyebabkan infeksi.
Baca juga: Menkes Sebut Lansia Dapat Vaksin Covid-19 Belakangan, Ini Alasannya
Penelitian pada tikus yang dilakukan Moderna mengisyaratkan vaksin covid-19 buatannya aman sebelum dan selama kehamilan hewan pengerat itu.
Data yang diserahkan ke FDA menunjukkan pemberian vaksin kepada tikus sebelum kawin atau selama kehamilan tidak mengubah sistem reproduksi mereka, mempengaruhi perkembangan embrio atau janin, atau mengganggu perkembangan bayi tikus setelah lahir.

Sementara dr Stephanie Gaw menuturkan, bagi manusia, vaksin memang membawa risiko efek samping ringan, seperti nyeri saat melihat infeksi, bengkak, atau demam.
Salah satu gejala yang harus diwaspadai selama kehamilan khususnya adalah demam setelah vaksinasi, karena demam tinggi dapat meningkatkan risiko keguguran. Jika demam memang terjadi, obat penurun demam acetaminophen aman dikonsumsi selama kehamilan.
Baca juga: Dibagi dalam 2 Gelombang, Vaksinasi Covid-19 Ditargetkan Selesai 2022
Secara umum, jika seseorang diketahui memiliki alergi terhadap salah satu bahan vaksin, mereka tidak boleh menerima vaksin.
Meski para ilmuwan menduga vaksin covid-19 aman digunakan selama kehamilan, hal ini juga masih perlu dikonfirmasi.
The New York Times mengungkapkan, beberapa uji klinis pada ibu hamil diharapkan dimulai pada Januari 2021.
Hanya uji klinis yang dapat menjawab pertanyaan apakah vaksin covid-19 lebih atau kurang efektif pada ibu hamil dibandingkan dengan populasi umum.
Sistem kekebalan berubah selama kehamilan untuk mencegah tubuh menolak janin yang sedang tumbuh, tetapi tidak diketahui apakah atau bagaimana perubahan ini dapat memengaruhi seberapa baik vaksin covid-19 bekerja pada berbagai tahap kehamilan.