Virus yang bermutasi ini telah ditemukan paling jauh hingga Jepang. Akhir pekan lalu Jepang mengumumkan telah mendeteksi lima kasus baru. Semua orang yang terinfeksi merupakan orang yang baru saja tiba dari Inggris. Alhasil Negeri Bunga Sakura itu untuk sementara melarang wisatawan asing untuk datang.
Departemen Kesehatan Irlandia mengatakan pada pekan lalu, bahwa para peneliti menemukan bukti varian dengan sekuensing genom keseluruhan. Mereka mengatakan bahwa akan melakukan lebih banyak pengujian untuk menetapkan prevalensinya di negara tersebut.
Menurut BBC, strain baru ini juga telah terdeteksi di Italia, Denmark, Jerman, Belanda dan Australia. Meskipun belum terdeteksi di Amerika Serikat (AS), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit memperingatkan bahwa strain baru ini tak menutup kemungkinan muncul di Amerika Serikat.
“Orang Amerika harus menganggapnya (strain baru virus) sudah ada di sini,” tutur Pejabat Penyakit Menular Terkemuka di AS, dr. Anthony Fauci.
Minggu ini, para peneliti Los Angeles County mulai menguji sampel virus untuk menentukan apakah jenis baru tersebut beredar di Pantai Barat. Mereka mengumumkan hasil penelitian, yang masih belum ditinjau oleh rekan sejawat, yang menunjukkan bahwa jenis baru itu kira-kira 56% lebih menular daripada bentuk virus corona sebelumnya.