PENGELOLA objek wisata di Kota Pekanbaru, Riau, mendirikan Tugu Virus Corona yang kini ramai didatangi pengunjung saat libur Natal dan Tahun Baru 2021 di tengah pandemi COVID-19.
"Alasan kita membuat Tugu Virus Corona ini karena pandemi adalah salah satu sejarah di kehidupan kita yang tidak bisa kita lewatkan. Kita segaja desain dengan warna-warna lucu supaya orang tidak perlu lagi takut dengan pandemi, tapi berhati-hati dalam menjalani tatanan kehidupan normal baru," kata Manajer Asia Farm, Edy, di Pekanbaru, Senin (28/12/2020).
Baca juga: Ada Virus Corona Baru, Arab Saudi Larang Wisatawan Berkunjung ke Wilayahnya
Tugu Virus Corona setinggi sekitar 4 meter kini menghiasi jalan masuk ke objek wisata Asia Farm. Tugu terbuat dari beton itu didesain unik karena berbentuk karikatur virus dengan warna putih, merah muda, dan ungu.
Di sekelilingnya dibuat undakan dari batu dan sebuah tulisan "CORONA" berwarna-warni menambah keunikan tugu tersebut.
Ia mengatakan tugu tersebut juga bertujuan untuk menarik perhatian masyarakat untuk berwisata di tengah pandemi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.
Menurut dia, usaha sektor pariwisata yang terdampak pandemi membuat pengelola objek wisata harus kreatif untuk beradaptasi untuk bisa bertahan. Jumlah kunjungan menurun drastis, dan objek wisata di Pekanbaru tersebut sempat tidak beroperasi saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Mei 2020.
"Kita sempat kocar-kacir karena ada 70 orang yang bekerja di tempat ini, sedangkan saat PSBB kita tidak boleh buka," ujarnya.
Baca juga: Tahun Baru 2021, Ridwan Kamil Larang Warga Jabar Lakukan 3 Hal Ini
Ia mengatakan pelaku wisata harus cepat beradaptasi dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti pengunjung wajib bermasker, menyediakan tempat cuci tangan, dan mengukur suhu badan pengunjung serta menerapkan pembatasan jarak supaya tidak mengakibatkan kerumunan.
"Kami bersyukur Asia Farm konsepnya wisata tempat terbuka, dan kini luas area kami mencapai 6 hektare dan ada 40 wahana serta 26 satwa peternakan untuk edukasi," katanya.