Kelebihan
Kelebihan rapid test antigen menurut dr Irhamsyah di antaranya mampu mendeteksi komponen virus secara langsung untuk deteksi dini, tidak membutuhkan masa inkubasi terjadinya ikatan antigen antibodi untuk timbul hasil positif, dan tidak memerlukan alat pemeriksaan laboratorium khusus.
Tidak hanya itu, rapid test antigen juga unggul karena tidak memerlukan keterampilan petugas secara khusus dalam pengerjaannya.
"Rapid test antigen dapat digunakan juga untuk deteksi dan isolasi dini kasus positif di pelayanan kesehatan serta untuk tracing kontak pasien yang terkonfirmasi positif," ungkap dr Irhamsyah dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, Senin (21/12/2020).
Kekurangan
Selain memiliki kelebihan, metode rapid test antigen ini rupanya punya kekurangan. Rapid test antigen antara lain hanya dapat mendeteksi dini (sehingga berpotensi terjadi false negatif dari hasil swab antigen setelah dikonfirmasi dengan tes PCR positif).
"Tes ini menggunakan sampel saluran napas atas: usapan di dalam lubang hidung atau di rongga mulut (swab nasofaring atau orofaring) sehingga ketidakterampilan petugas dalam pengambilan spesimen dapat mempengaruhi hasil. Saat melakukan tes ini, petugas diwajibkan memakai baju khusus APD level 3 untuk pengambilan spesimennya," terang dr Irhamsyah.
Menurut dia, terdapat perbedaan sensitivitas antar-brand alat tes swab antigen, sehingga pemilihan alat tes harus dilakukan dengan tepat, serta uji validasi hasil swab antigen masih terbatas sehingga belum dapat menggantikan posisi RT-PCR.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.