Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perempuan yang Sembuh dari Covid-19 Bisa Alami Gejala Baru Loh

Pradita Ananda , Jurnalis-Kamis, 17 Desember 2020 |12:42 WIB
Perempuan yang Sembuh dari Covid-19 Bisa Alami Gejala Baru <i>Loh</i>
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

KELELAHAN, nyeri, dan sesak napas selama ini ditandai sebagai gejala mereka yang sembuh dari Covid-19. Tapi kini dikabarkan, muncul satu gejala baru pasca-Covid-19 yang hanya dialami oleh perempuan.

Hal ini diketahui setelah cukup banyak laporan di sosial media bahwa perempuan yang sudah pernah terinfeksi Covid-19 mengalami perubahan siklus menstruasi.

Contohnya Rose, kepada Medical News Today ia menuturkan dalam 8 bulan sejak pulih dari Covid, ia hanya mengalami lima kali menstruasi.

Tak hanya siklusnya yang berubah, sebagian juga mengalami perubahan di ukuran gumpalan darah menstruasi yang berubah menjadi lebih besar daripada biasanya. Seperti yang dialami seorang wanita bernama Bianca.

"Saya tak melihat ada yang berbeda saat di awal terkena Covid, baru setelah 3 bulan kemudian beberapa gejala muncul kembali, saya melihat adanya perubahan. Saya melihat peningkatan gumpalan," aku Bianca.

Sama seperti pengalaman Rose dan Bianca, seseorang bernama Edith saat diwawancara Medical News Today juga mengaku mengalami perubahan menstruasi sejak terinfeksi Covid. Perubahan yang ia alami tidak hanya frekuensi, tapi juga durasi, kelancaran, intensitas, dan level rasa sakit.

Menjelaskan fenomena ini, Dr Linda Fan, asisten profesor Kebidanan, Ginekologi dan Ilmu Reproduksi di Yale School of Medicine, mengatakan sejauh ini penelitian yang dipublikasikan tentang hubungan virus corona dengan menstruasi masih jarang.

Tapi memang, ada beberapa kemungkinan secara biologis yang bisa menyerang fungsi ovarium berdasarkan beberapa efeknya pada organ tubuh yang lain.

Dalam sebuah studi kecil di China, yang dipublikasikan dalam Reproductive BioMedicine Online pada September lalu, menemukan sekitar 25% orang dengan Covid memang mengalami perubahan menstruasi. Dari 117 orang participant, pasien di Tongji Hospital in Shanghai, 30% melaporkan mengalami pendarahan ringan atau periode menstruasi yang lebih panjang.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement