Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Pilu Survivor TBC di Tengah Pandemi, Semakin Dikucilkan di Masyarakat

MNC Media , Jurnalis-Kamis, 10 Desember 2020 |14:23 WIB
Kisah Pilu <i>Survivor</i> TBC di Tengah Pandemi, Semakin Dikucilkan di Masyarakat
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Di tengah pandemi Covid-19, kekhawatiran Fauzi pun semakin bertambah besar karena harus berobat ke Jakarta di tengah pandemi yang semakin mewabah. Berobat ke ibu kota terpaksa harus dijalani seiring dengan ditutupnya sejumlah layanan kesehatan di sekitar tempat tinggalnya karena dialihfungsikan untuk penanganan pasien Covid-19. Fauzi pun sempat terpikirkan untuk berhenti berobat demi keselamatannya.

“Sangat khawatir karena dengan adanya penyakit yang begini kalau enggak buru-buru kita obati penyakit ini menular. Dan dengan kita obati pandemi covid kan sedang merajalela jadi kita dua kekhawatiran ya, kekhawatiran satu TB kita khawatir dengan pandemi yang ada sangat takut,” ujarnya.

Kekhawatiran Syifa Fauzi dan ratusan ribu penderita TBC di seluruh Indonesia pun diamini dr. Diah Handayani spesialis paru RS Persahabatan, Jakarta Timur. Banyak pasien TB merasa kesulitan dalam memperoleh perawatan bahkan tak jarang banyak di antaranya harus putus obat. Selain itu, tenaga kesehatan pun merasa harus ekstra hati-hati dalam mengobati pasien TB khususnya TB MDR.

“kita agak susah membedakan di awal ini TB apa covid apa TB juga covid juga nah ini juga menjadi satu masalah banyak petugas yang jadi harus hati-hati Ketika memeriksa sample dari pasien sample-nya itu dahak tapi kalau dia juga ada covidnya bisa saja virusnya juga di situ, maka di sini petugas harus sangat berhati hati,” ujar dr. Diah.

Syifa Fauzi bukanlah penyintas TB MDR satu-satunya yang resah dengan situasi di tengah pandemi Covid-19. Menurut data badan kesehatan dunia (20/3/2020), World Health Organization (WHO) tercatat 845.000 penderita TB dengan 48% laki-laki, 35% perempuan dan 17% nya anak-anak.

Tak hanya itu, data Kementerian Kesehatan mencatat 9.875 pasien terkonfirmasi TB MDR (Multidrug-Resistant) atau resisten obat. Dari jumlah tersebut hanya 67% pasien yang mendapatkan akses ke fasilitas atau layanan kesehatan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement