Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perlukah Gunakan Tabir Surya saat Musim Hujan?

Poppy Fadhilah , Jurnalis-Kamis, 10 Desember 2020 |06:01 WIB
Perlukah Gunakan Tabir Surya saat Musim Hujan?
Ilustrasi (Foto : Timesofindia)
A
A
A

Tabir surya atau sunscreen adalah kebutuhan semua orang. Baik pria atau wanita, maupun orang dewasa atau anak-anak. Sunscreen berfungsi melindungi kita dari sinar ultraviolet (UV) matahari, yang dapat menyebabkan kulit terbakar dan penuaan dini.

Namun, apakah kita masih harus memakai tabir surya di musim hujan seperti sekarang ini? Jawabannya tentu saja. Cuaca yang mendung membuat Anda tidak langsung terpapar matahari. Namun bukan berarti Anda tidak menggunakan sunscreen saat musim hujan.

Sinar UV matahari bisa menembus awan dan kaca jendela. Jadi, kulit Anda tetap membutuhkan perlindungan dari teriknya sinar matahari bahkan selama musim hujan. Perlu ketahui, paparan sinar UV paling tinggi ada pada antara pukul 10 pagi dan 4 sore.

Tabir Surya

Radiasi UV diklasifikasikan menurut panjang gelombang, yaitu UVA (panjang gelombang terpanjang) dan UVB (panjang gelombang menengah). Sinar UV juga berhubungan dengan beberapa jenis kanker kulit. Sinar UVB merusak lapisan kulit terluar dan menyebabkan sebagian besar kanker kulit. Namun, mereka tidak menembus jendela dan lebih cenderung disaring oleh awan.

Baca Juga : Jangan Cuma Pilih SPF Tinggi, Ini 7 Kesalahan Umum saat Gunakan Tabir Surya

Sekitar 95% sinar UV yang sampai ke permukaan bumi adalah sinar UVA. Inilah yang dapat mempengaruhi sel-sel lebih dalam di kulit, menyebabkan penuaan dini, dengan efek yang terlihat seperti kerutan.

Risiko Paparan Matahari Berlebih

Tabir Surya

Melanin sebagai bentuk perlindungan akan diproduksi lebih banyak saat kulit terkena sinar matahari. Seiring waktu peningkatan kadar melanin menyebabkan kulit menjadi gelap, yang disebut tan. Dalam kasus yang parah dapat menyebabkan kulit terbakar.

Setelah terpapar, Anda mungkin tidak langsung merasa terbakar. Biasanya dalam 6-48 jam muncul bercak merah yang menyakitkan sebagai tanda-tanda kulit terbakar sinar matahari. Lepuh pada akhirnya bisa terkelupas dan menyebabkan gatal. Pada kasus yang parah, sengatan matahari bahkan bisa menyebabkan demam, mual, dan menggigil.

Terlalu banyak paparan sinar matahari juga dapat mempercepat pembentukan kerutan dan bintik-bintik penuaan. Ini karena sinar matahari merusak serat kulit yang membantu menjaga kekenyalan dan elastisitasnya. Ketika kulit kehilangan elastisitasnya, kulit akan melorot dan menyebabkan munculnya garis-garis halus. Paparan sinar matahari yang berkepanjangan juga menyebabkan berbagai jenis pigmentasi, termasuk bintik-bintik coklat kecil atau freckles.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement