Jantung Anda tiba-tiba mulai berdegup kencang, Anda merasa sesak dan mengalami nyeri hebat di dada. Kira-kira, apakah itu serangan jantung atau serangan panik?
Sangat sulit untuk membedakan antara serangan jantung dan serangan panik karena gejala dari kedua kondisi kesehatan tersebut kurang lebih sama. Stres dan kecemasan yang berlebihan adalah penyebab utama serangan panik, yang juga dapat menyebabkan serangan jantung.
Karena hubungan mereka yang rumit, seringkali orang yang menderita serangan panik dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan darurat. Mengetahui perbedaan antara keduanya dapat menyelamatkan nyawa dan membantu Anda mengatasi masalah dengan cara yang lebih baik.

Melansir Times of India, serangan jantung terjadi ketika arteri koroner yang memasok darah dan oksigen ke jantung tersumbat atau terhalang. Ini membatasi aliran darah dan oksigen ke otot jantung. Beberapa serangan jantung terjadi seketika dan bisa berakibat fatal, sementara yang lain merupakan kejadian kecil yang berfungsi sebagai tanda peringatan untuk melakukan perubahan yang diperlukan dalam gaya hidup dan diet.
Tanda-tanda khas serangan jantung meliputi ketidaknyamanan di dada, terasa berat di dada, gangguan pencernaan, sesak napas, palpitasi, mual atau keringat dingin, sakit kepala ringan, pucat di wajah, nyeri di tubuh bagian atas, terutama di salah satu atau kedua lengan, leher, punggung, rahang, atau perut.
Meskipun nyeri di dada atau lengan adalah tanda umum serangan jantung, hal itu tidak selalu dialami. Wanita lebih tidak mungkin mengalami nyeri dada dan mungkin menunjukkan tanda-tanda lain seperti kelelahan atau ketidaknyamanan tubuh bagian atas.

Orang yang menderita masalah diabetes, kolesterol tinggi, stres kronis, dan tekanan darah tinggi lebih rentan terkena serangan jantung. Selain itu, kebiasaan merokok, gaya hidup yang buruk dan kurangnya aktivitas fisik juga meningkatkan risiko.
Sementara itu, serangan panik sering disebabkan oleh stres yang berlebihan, kecemasan, dan ketakutan yang intens. Seseorang bisa mendapatkan kejadian panik karena kejadian yang membuat stres di rumah atau sebelum presentasi di tempat kerja. Namun, dalam beberapa kasus, tidak ada tanda-tanda serangan panik yang terlihat.
Baca Juga : Insomnia, Sesak Napas dan Rambut Rontok Jadi Gejala Awal Serangan Jantung
Adapun tanda-tanda umum dari serangan panik adalah nyeri dada, jantung berdebar kencang, berkeringat, takut mati, pusing, mual, panas dingin, serta mati rasa atau kesemutan.
Orang-orang berusia 20 dan 30-an lebih cenderung menderita serangan panik. Jika Anda mengalami gangguan panik maka episodenya bisa lebih sering. Serangan panik jika dikenali bisa dikendalikan dengan latihan pernapasan dalam, olahraga ringan dan meditasi. Untuk orang yang menderita gangguan panik, antidepresan yang diresepkan dan obat lain dapat mengurangi intensitasnya.