Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Noken, Tas dari Kulit Kayu yang Diakui UNESCO

Ilham Rachmatullah , Jurnalis-Senin, 30 November 2020 |23:03 WIB
Mengenal Noken, Tas dari Kulit Kayu yang Diakui UNESCO
Noken Papua. (Foto: Instagram kemenparekraf.ri)
A
A
A

PAPUA tidak hanya mempersembahkan keindahan alamnya, tetapi juga ada keunikan kerajinan tangan. Salah satunya adalah noken, yang merupakan identitas bagi masyarakat Papua.

Kerajinan dalam bentuk tas ini sarat akan makna dan filosofis. Noken merupakan kerajinan khas tanah Papua yang hanya boleh dibuat oleh orang Papua karena melambangkan kedewasaan seorang perempuan lokal. 

Baca Juga: Istri Presiden Turki, Emine Erdogan Pakai Masker Batik Tulis Khas Yogyakarta

Jika tidak bisa membuat noken, maka perempuan tersebut belum dianggap dewasa dan itu merupakan syarat untuk menikah. Tas tradisional masyarakat Papua ini terbuat dari serat kulit kayu. 

 noken

Bahan baku serat kayunya pun berbeda-beda, ada yang dari kulit kayu Pohon Manduan, Pohon Nawa, hingga Anggrek Hutan. Karena keunikannya tersebut, Noken telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan kebudayaan tak benda pada tahun 2012 lalu.

Sama seperti penggunaan tas pada umumnya, noken juga digunakan untuk membawa barang kebutuhan sehari-hari. Dilansir dari laman Instagram @kemenparekraf.ri, biasanya masyarakat Papua menggunakan noken untuk membawa hasil pertanian seperti sayuran, umbi-umbian, membawa anak, hingga kayu bakar. Noken juga dipakai dalam upacara maupun sebagai kenang-kenangan untuk tamu.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement