"Kenali potensi alam, misalkan bisa dimanfaatkan untuk destinasi wisata maka manfaatkan sebaik mungkin. Libatkan karang taruna dan bentuk tim kreator. Seperti yang ada di Desa Tanjung Rejo memiliki potensi alam dimanfaatkan sebagai destinasi wisata baru," paparnya.
Sementara itu, Kepala Disbudpar Kudus, Bergas Catursasi Penanggungan menjelaskan, wisata agro yang baru diresmikan menawarkan petik buah jeruk pamelo, alpukat, pisang byar, parijoto, ubi-ubian dan madu lebah.
Masing-masing daerah, kata dia, bisa mengemas usahanya sesuai dengan potensi yang dimiliki. Seperti wisata agro kopi dan jembangan coffe and resto di Desa Wisata Japan yang memang berada di lahan milik perorangan, namun pengelolaannya oleh kelompok sadar wisata sehingga dapat menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat sekitar.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.