Sedih terus-menerus menjadi salah satu indikator Anda mengalami depresi. Apalagi jika rasa sedih itu sampai menggangu aktivitas harian.
Selain sedih berkepanjangan, karakteristik depresi lainnya yang bisa dikenali adalah tiba-tiba ingin menangis terus, merasa tertekan, tidak memiki harapan, mudah tersinggung, merasa cemas, tegang, sensitif terhadap penolakan, memiliki pikiran negatif tentang dirinya, dan merasa dirinya gak berharga.

Psikolog Klinis Meity Arianty menjelaskan, seseorang yang mengalami depresi sering kali mengeluh terus-menerus sehingga dinilai orang lain sebagai perengek dan pengeluh.
"Mood depresi yang persisten atau konsisten dan rendahnya harga diri dapat memengaruhi pekerjaan dan sosial seseorang," kata Mei pada Okezone, Rabu (11/11/2020).
Pada beberapa kasus, sambung Mei, orang yang mengalami depresi juga merasakan kehilangan minat terhadap kehidupan dan ketidakpuasan terhadap seluruh aspek hidupannya, pernikahannya, pekerjaannya, dan kehidupan sosialnya.
Dikatakan sebelumnya, saat seseorang mengalami depresi ia merasa dirinya tidak berharga. Hal ini rupanya ada penjelasannya.
Ya, ketika seseorang depresi, dia cenderung mengalami yang namanya 'harga diri rendah' (HDR). Kenapa hal itu bisa terjadi?
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, Mei menerangkan bahwa menilai harga diri rendah dan tinggi itu dilihat dari bagaimana diri Anda menilai diri Anda sendiri.
Mei mencatut teori (Coopersmith, 1967), dijelaskan di sana bahwa pada individu dengan harga diri tinggi, mereka itu cenderung puas dengan karakter dan kemampuan diri, adanya penerimaan dan penghargaan diri positif,
memberikan rasa aman dalam menyesuaikan diri, dan mampu bereaksi terhadap stimulus pada lingkungan sosial.
Lalu, individu dengan harga diri tinggi itu lebih bahagia dan lebih kuat dalam menghadapai tuntutan lingkungan daripada individu dengan harga diri yang rendah. Individu dengan harga diri yang tinggi lebih asertif, tegas, mandiri, dan kreatif.
Nah, bagaimana dengan individu yang merasakan harga diri rendah?
Mereka kurang bisa menerima kenyataan hidup. Padahal seharusnya individu tersebut bersifat lebih fleksibel, imaginatif, dan mampu untuk menemukan solusi tepat dari sebuah masalah.
Individu dengan harga diri rendah mungkin terlibat dalam aktivitas yang menyimpang dan memiliki masalah psikologis.
"Individu dengan harga diri yang tinggi secara umum memiliki pengetahuan mengenai dirinya lebih baik daripada individu dengan harga diri yang rendah," terang Mei.
Dalam buku (Andrews, Qian & Valentine, 2002), harga diri yang tinggi berhubungan dengan keaktifan individu dalam berinteraksi, memiliki sikap yang optimistis, dan memiliki kesehatan psikologis yang lebih baik.
Baca juga: Alquran dan Sains Jelaskan Hujan Bisa Memurnikan Air Bumi
Sebaliknya, individu dengan harga diri yang rendah seringkali merasa tidak memiliki kemampuan dan tidak cakap dalam menghadapi masalah, berharap untuk gagal, dan seringkali putus asa sehingga berakibat mengalami kegagalan dalam kehidupan.