BERENCANA liburan ke Yogyakarta akhir pekan ini, tapi sudah bosan dengan objek wisata yang itu-itu saja? Kenapa tidak coba jajal wisata sejarah, seperti berkunjung ke Museum Pangeran Dipenogoro, mumpung masih dalam suasana Hari Pahlawan.
Bernama lengkap Museum Monumen Pangeran Diponegoro Sasana Wiratama, tempat ini khusus menyajikan koleksi berupa peninggalan-peninggalan Pangeran Diponegoro. Ia adalah sosok pahlawan keturunan bangsawan.
Ya, nama Pangeran Diponegoro mulai dikenal setelah mengadakan perlawanan melawan penjajahan Belanda pada tahun 1825-1830. Perlawanan itu kini sering disebut dengan istilah Perang Diponegoro.
Nah, kembali berbicaea soal Museum Pangeran Diponegoro, museum ini memang sengaja didirikan untuk mengenang jasa-jasa, perjuangan dan dedikasinya tersebut.
Dilansir Okezone dari laman Kebudayaan Jogjakota, Rabu (11/11/2020), Museum Pangeran Diponegoro dibangun secara bertahap dan diresmikan pada 9 Agustus 1969 oleh Jenderal TNI (Purnawirawan) Soeharto.

Gedung Museum menempati bangunan yang merupakan bekas kediaman Pangeran Diponegoro. Dibangun pula sebuah monumen Pangeran Diponegoro yang menyatu dengan pendopo tepat ditengah kompleks museum.
Monumen tersebut merupakan pahatan relief sepanjang 20 meter dengan tinggi 4 meter, menceritakan keadaan Desa Tegalrejo tempat tinggal Sang Pangeran, perang Diponegoro, hingga saat beliau tertangkap di Magelang.
Lantas apa saja barang-barang bersejarah yang dapat dilihat pengunjung di tempat ini? Di sisi barat monumen terdapat lukisan diri Pangeran sementara disisi timur terdapat lukisan Pangeran sedang menunggu kuda hitam siap untuk berperang.