Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jelang Hari Pahlawan, Ini Tenaga Medis yang Gigih Melawan Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Sabtu, 07 November 2020 |14:38 WIB
Jelang Hari Pahlawan, Ini Tenaga Medis yang Gigih Melawan Covid-19
Ilustrasi tenaga medis menangani pasien covid-19. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

HARI Pahlawan diperingati setiap 10 November. Penetapan Hari Pahlawan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-Hari Nasional. Tahun ini peringatan Hari Pahlawan pastinya berbeda dari sebelumnya. Sebab saat ini terdapat banyak pahlawan yang telah berjuang untuk menyelamatkan Tanah Air dari pandemi virus corona (covid-19).

Sebagaimana diketahui, pengertian pahlawan bisa bersifat sangat luas. Bukan hanya berani berperang membela negara, namun juga sumbangsih yang diberikan seseorang untuk membantu orang lain juga bisa dianggap sebagai pahlawan. Saat ini petugas maupun relawan medis merupakan pahlawan yang tengah berjuang menyelamatkan bangsa dari pandemi covid-19.

Baca juga: Menkes Terawan: Telemedis Perlu Ditingkatkan untuk Tanggulangi Covid-19 

Bukan lagi karena alasan uang, namun tanggung jawab, profesionalitas, dan jiwa kemanusiaan yang tinggi menjadi dasar mereka untuk berjuang bersama melawan pandemi yang sudah hampir 1 tahun lamanya menyerang dunia. Tidak sedikit dari mereka yang rela mengorbankan nyawa dan waktu, meninggalkan keluarga, bahkan rela bekerja tidak kenal lelah dalam balutan alat pelindung diri (APD) selama berjam-jam lamanya.

Satu dari sekian ratus tenaga medis yang bertindak sebagai pahlawan bangsa adalah Dokter Spesialis Paru dr Ai Gozali SpP MD. Beberapa bulan lalu ia mencurahkan keluh kesah lewat curhatan di Instagram @aigozali06. Dokter muda yang berdomisili di Lampung itu sangat khawatir tertular virus corona dari pasiennya. Terlebih dengan sikap masyarakat yang masih acuh dan mengabaikan protokol kesehatan.

Dokter Ai Gozali merawat pasien covid-19. (Foto: Instagram @aigozali06)

Sebelumnya, Dokter Ai mengungkapkan bahwa dirinya bisa saja menjadi carrier virus corona yang dibawa ke lingkungan keluarganya. Terlebih bagi istrinya yang tengah hamil.

"Gimana kalau gue ketularan. Gimana kalau gue gak ketularan, tapi jadi carrier, padahal istri gue lagi hamil dan kami sedang menanti anak kami lahir di tengah pandemi ini," ungkapnya.

Dokter Ai pun membandingkan ketakutan yang dirasakannya, sama seperti para tenaga medis yang bekerja mengatasi virus corona, selama pandemi di Wuhan, China. Hingga saat ini Dokter Ai mengatakan masih banyak pasien yang datang ke tempatnya dengan riwayat bepergian ke luar kota.

Baca juga: Tren Kasus Covid-19 Indonesia Menurun? Ini Kata Debryna, Dokter Relawan di RS Wisma Atlet 

Ia meminta beberapa bantuan dari masyarakat agar pandemi virus corona dapat segera berakhir. Salah satunya adalah dengan peran serta kesadaran masyarakat untuk tidak bepergian, sebab ini bisa menjadi media persebaran virus paling potensial.

"Doakan kami para staf medis. Jangan pernah sentuh muka sebelum mencuci tangan. Gue mohon banget gausah keluar rumah dulu kalau gak penting banget, apalagi keluar kota. Demi membantu memutus rantai penularan," lanjut Dokter Ai.

Pada akhir unggahannya, Dokter Ai mengatakan apabila masyarakat menurut dan menaati semua imbauannya dan beberapa anjuran pemerintah lainnya, seperti physical distancing, kemungkinan kondisi ini bisa aman terkendali.

"Kalian gak perlu merasakan yang kami rasakan tapi tolong bantu kami. Hanya kepada Allah kita memohon perlindungan," tuntasnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement