Kondisi tersebut meningkatkan kelembapan pada area kewanitaan dan ini yang kemudian membuat bakteri atau jamur penyebab keputihan muncul dan membuat area kewanitaan jadi tidak nyaman.
"Alhasil, pasien datang ke saya memang sudah merasakan gejala seperti muncul bau, berwarna, dan mengeluh gatal di area kewanitaan. Padahal, itu kemungkinan terjadi karena dia enggak membersihkan area kewanitaan dengan baik bahkan malas karena ngerasa bersih di rumah saja," ungkap dr Dinda.
Baca Juga : Pose Menggoda Pevita Pearce Pakai Tanktop Nude, Netizen: Kajol Indonesia!
Dia melanjutkan, stres akibat pandemi pun bisa menjadi faktor penyebab keputihan lainnya. Karena itu, penting sekali bagi para perempuan untuk mengelola stresnya. Namun yang terpenting, selalu rajin membersihkan area kewanitaan dengan benar meskipun Anda di rumah saja.
"Cara membersihkan yang benar itu, dibasuh dari depan ke belakang. Kemudian, pastikan menggunakan air yang mengalir bukan pakai air yang ditampung. Satu yang terpenting, jangan pakai sabun sembarangan karena itu akan memberi efek buruk pada kesehatan area kewanitaan Anda. Pastikan sabunnya memang khusus area kewanitaan," sarannya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.