Sebagian orang melakukan aktivitas hariannya sekarang di rumah saja atau work from home (WFH). Kegiatan seperti olahraga, belanja, bahkan nongkrong dengan sahabat pun dilakukan secara virtual.
Kegiatan WFH yang terdengar membosankan itu tidak hanya menyebabkan stres, tapi juga bisa menyebabkan efek yang lebih jauh sampai ke persoalan area kewanitaan. Ya, menurut dr Dinda Derdameisya, SpOG, WFH ternyata memberi dampak yaitu keputihan.
Bagaimana korelasinya, WFH menyebabkan keputihan?

Disadari atau tidak, aktivitas yang hanya di rumah saja memberi sugesti pada diri Anda kalau tubuh tidak kotor. Ini yang kemudian membuat beberapa perempuan memutuskan untuk tidak segera mengganti pakaian usai berolahraga secara virtual misalnya.
"Dari contoh olahraga virtual itu misalnya, si perempuan mungkin tidak langsung mengganti legging-nya tapi dia malah menggunakna celana ketat tersebut untuk lanjut kerja. Apa yang terjadi setelahnya? Area kewanitaan jadi lembap," papar dr Dinda dalam Fresh and Intimate Virtual Launch yang diselenggarakan Andalan Feminine Care, Kamis 5 November 2020.
Tidak hanya itu, karena WFH juga beberapa perempuan menganggap tubuhnya bersih. Alhasil, kebersihan area kewanitaannya kurang mendapat perhatian lebih, beda dengan ketika Anda beraktivitas luar ruangan.