Sebelum pulang ke rumah, dokter meresepkan pil antidemam dan meminta Hebbar untuk membayar 500 rupee atau sekitar Rp100 ribu sebagai biaya partisipasi.
"Dokter kasih tahu saya, 3 dari 55 relawan usai disuntikkan vaksin mengalami demam ringan," kata si dokter pada Hebbar sebelum benar-benar pulang. Jadwal penyuntikkan vaksin kedua akan dilakukan pada November 2020.
Ada beberapa hal yang kemudian menjadi kewajiban Hebbar. Misalnya, dia diminta untuk rutin mengunjungi rumah sakit sekali dalam sebulan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Tidak hanya itu, Hebbar juga diminta untuk menelepon pihak rumah skait jika dirinya mengalami efek kesehatan yang buruk.
"Itu proses yang 'mulus' dan enggak sakit sama sekali saat disuntik. Saya hanya merasa sedikit lelah usai divaksin, tapi mungkin perasaan itu karena saya sering berkendara di sekitar kota," terang Hebbar.
Di sisi lain, Hebbar mulai mengajak teman-temannya untuk mau terlibat sebagai relawan vaksin Covid-19. Menurutnya, pandemi adalah pengalaman yang mengubah hidupnya. "Tapi saya sangat optimis vaksin ini akan berhasil. Kita semua akan mengalahkan virus ini bersama-sama," terangnya penuh semangat.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.