Galeri MasterChef Indonesia episode 8, Minggu (18/10/2020), diwarnai drama mengguncang emosi. Ramos membuat dua juri naik pitam sekaligus, ia adalah Chef Arnold dan Chef Juna.
Ramos dinilai tidak profesional dalam berkompetisi, karena terlalu banyak memberi arahan pada Yuri di momen pressure test membuat kue sus. Sikap tersebut diketahui Chef Arnold dan membuatnya diusir dari galeri.
"Kamu mau keluar? Ramos, kamu mau keluar? Saya minta kamu keluar dari sini," kata Chef Arnold. Ia pun menekan Ramos lagi dengan segera meninggalkan galeri MasterChef Indonesia.
Tak lama kemudian Ramos pun turun dan meninggalkan galeri. Ia pergi dengan 'hopeless' "Aku yakin ini adalah hari terakhir saya di MasterChef Indonesia," ungkap Ramos.
Baca Juga : Ditanya Boy William Makanan Favorit, Ini Jawaban Chef Renatta Moeloek
Kemudian, Chef Juna meminta kepada peserta lain yang tidak masuk pressure test untuk tidak banyak bicara. Dia menegaskan kalau ini adalah kompetisi, bukan ajang mencari teman. "Kalian itu di sini berkompetisi, bukan ajang mencari teman. Kalian aman juga karena beruntung saja, jadi jangan ngerasa hebat," kata Chef Juna.
Usai drama tersebut, saat penentuan siapa yang akan keluar, Chef Juna yang masih kesal dengan Ramos pun memberikan 'pelajaran' kepada Ramos. Ya, dia memberikan panggung juri MasterChef Indonesia untuk Ramos.
"Nih saya kasih tempat saya," kata Chef Juna kepada Ramos yang dinilai bisa berlaku sesukanya di galeri MasterChef. Mendengar perkataan tersebut, Ramos pun tertegun dan karena didesak oleh Chef Arnold untuk segera menempati posisi Chef Juna, Ramos pun berjalan ke depan panggung dan menggantikan Chef Juna.
Di momen itu, Ramos yang sudah 'mengeluarkan' Chika diminta sekali lagi untuk menentukan siapa yang layak untuk dieliminasi dan dia memilih Isman. "Adonan kue susnya belum jadi terakhir saya lihat," ucap Ramos menjelaskan kenapa Isman layak tereliminasi.
Drama panas ini pun akhirnya mereda setelah dua peserta sudah meninggalkan galeri MasterChef Indonesia, dia adalah Chika dan Isman. Chef Arnold pun menegaskan sekali lagi kalau ajang paling bergengsi itu tidak main-main dan karena itu semua peserta harus menganggap kompetisi ini serius.
(Helmi Ade Saputra)