Di saat yang sama, Diennaryati juga menjelaskan alasannya memilih diplomasi gastronomi. Menurutnya cara ini adalah diplomasi kebudayaan yang fleksibel.
Selain itu masyarakat Ekuador juga memiliki kebiasaan gemar makan diluar dengan porsi yang banyak.
“Makanan Indonesia gak ada di Ekuador. Tidak ada negara ASEAN yang memiliki duta besar di Ekuador. Jadi Indonesia merupakan negara ASEAN pertama kali. Jadi diplomasi terbaik adalah melalui makanan. Karena melalui perut adalah cara terbaik dan tertua untuk diplomasi,” sambungnya.
Ia mengaku untuk mempromosikan Indonesia melalui cara gastronomi, caranya dengan melihat siapa orang yang akan dijamu. Sebab cara menjamunya harus berbeda dan itu menjadi bagian pemikiran dan tugas sebagai seorang duta besar.
“Kalau misal saya menjamu mereka yang kedudukan tinggi, saya akan memberikan makanan indonesia dengan cara fine dining seperti rendang, gado-gado dan lainnya. Makanan tidak hanya karena kelezatannya saja, tapi filosofi, sejarah, cara memasaknya, resepnya dan nutrisinya sangat penting untuk diketahui,” pungkasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.