Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Efek Pandemi, Banyak Anak Alami Kekerasan Fisik dan Psikologis

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Senin, 12 Oktober 2020 |11:09 WIB
Efek Pandemi, Banyak Anak Alami Kekerasan Fisik dan Psikologis
Kekerasan pada anak (Foto: I for Her)
A
A
A

Lebih lanjut, diterangkan Kathrine Yee, Regional Advocacy Director of Asia Pasific bahwa penilaian cepat yang dilakukan World Vision memungkinkan pihaknya untuk memahami dampak Covid-19 dalam perspektif anak.

"Kami menemukan bahwa anak perempuan merasa lebih tidak aman di saat pandemi ini karena mereka tidak hanya diharapkan pada masalah kesehatan, beberapa dari mereka juga menghadapi risiko pelecehan seksual, bahkan di komunitas mereka sendiri," katanya.

Katherine pun berharap agar semua pemangku kepentingan bertindak sekarang mengatasi masalah ini.

Sementara itu, kasus di Indonesia sendiri pernah di-capture Wahana Visi Indonesia (WVI) yang juga melakukan kaji cepat mengenai Dampak Covid-19 pada Anak di 35 kabupaten atau kota di 9 provinsi di Indonesia.

Hasilnya, selama pembelajaran jarak jauh, sebanyak 68 persen anak dapat mengakses program belajar di rumah dan sisanya kesulitan mendapatkan akses karena diliburkan. Setelah itu, ditemukan juga laporan bahwa kurangnya arahan maupun minimnya fasilitas yang menunjang pendidikan jarak jauh.

"Hanya sekitar 30 persen anak yang memiliki akses untuk mengikuti program belajar dari rumah secara daring melalui berbagai aplikasi seperti Zoom, Google Meet, WhatsApp, dan lainnya. Selanjutnya, 36 persen anak belajar secara luring dengan kunjungan rumah serta melalui TV dan radio," tulis laporan WVI yang diterima Okezone, belum lama ini.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement