Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anak Saksi Mata Pembunuhan, Psikolog: Penyembuhan Traumanya Cenderung Lama

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Senin, 05 Oktober 2020 |13:02 WIB
Anak Saksi Mata Pembunuhan, Psikolog: Penyembuhan Traumanya Cenderung Lama
Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)
A
A
A

Akan sangat merugikan bagi seorang anak ketika dia jadi saksi mata pembunuhan. Bukan sekadar trauma berkepanjangan, tetapi juga penyembuhannya yang tidak sebentar.

Ini menjadi pembelajaran untuk semua orangtua untuk selalu mengawasi anaknya. Sebab, ketika si anak terlibat dalam proses pembunuhan, maka bayang-bayang kelam tersebut bisa akan selamanya ada di dalam memori.

Anak Trauma

Psikolog Klinis Meity Arianty menjelaskan bahwa ketika seseorang menjadi saksi mata pembunuhan, terlebih anak-anak, perlu dilakukan yang namanya trauma healing atau proses penyembuhan pascatrauma yang dilakukan agar seseorang dapat terus melanjutkan hidupnya tanpa bayang-bayang kejadian tersebut.

"Sehingga biasanya kalau kita membicarakan trauma healing, maka biasanya diperuntukan buat membantu penyembuhan trauma tertentu," katanya pada Okezone melalui pesan singkat, beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Potret Cantik Naomi Zaskia Mantan Kekasih Sule Pakai Bikini

Pada kasus saksi mata pembunuhan, Mei yang mempelajari teknik psikotraumatologi menyarankan agar orang yang mengalami trauma mendapatkan terapi, salah satunya dengan teknik stabilisasi emosi.

"Teknik yang biasa saya lakukan adalah membantu menghilangkan gejala-gejala trauma yang dialami individu. Tapi, yang harus dipahami adalah respons setiap orang akan berbeda terhadap pengalaman traumatiknya, sehingga akan mudah membantu mengatasi traumanya," tambahnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement