WORTEL dianggap sebagai salah satu makanan yang bisa mempertajam penglihatan manusia. Alhasil banyak orang yang gemar mengonsumsi wortel untuk mendapatkan manfaat positif dari kandungannya.
Namun saat ini masih banyak pertanyaan apakah wortel benar-benar mampu meningkatkan penglihatan atau hanyalah mitos semata?
Jika Anda penasaran dengan hal itu, maka jawabannya adalah ya. Tapi mengonsumsi wortel akan membantu meningkatkan penglihatan akan berlaku dalam kondisi tertentu. Kondisi ini akibat kandungan beta karoten yang terkandung dalam wortel.
“Tubuh manusia menggunakan beta-karoten untuk membuat vitamin A. Dan vitamin A sangat penting, tidak perlu diragukan lagi," kata Emily Chew, wakil direktur klinis di National Eye Institute, melansir dari Scientific American, Sabtu (26/9/2020).
Vitamin A membantu mata mengubah cahaya menjadi sinyal yang dapat dikirim ke otak. Ini memungkinkan orang untuk melihat dalam kondisi cahaya redup. Selain itu, kornea (bagian depan mata yang bening) dapat benar-benar hilang jika tubuh tidak mendapatkan cukup vitamin A.
Setiap tahun diperkirakan 250.000 hingga 500.000 anak menjadi buta akibat kekurangan vitamin A. Kondisi itu terjadi di wilayah orang kekurangan gizi dan menderita kekurangan vitamin A yang ekstrem. Beberapa di antaranya seperti Nepal atau India.
Suplemen vitamin atau beta-karoten telah terbukti meningkatkan penglihatan pada malam hari. Tapi berapa banyak wortel yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan penglihatan malam masih kurang jelas.
Sebagian besar penelitian sejauh ini telah melihat manfaat suplemen beta-karoten atau vitamin A, bukan wortel secara spesifik. Studi kontrol acak pada 2005 meneliti bagaimana konsumsi sekitar 4,5 ons wortel yang dimasak enam hari seminggu dibandingkan dengan pilihan makan kaya vitamin A lainnya.
Hasilnya semua makanan memiliki kinerja yang kurang lebih sama, meskipun suplemen vitamin A memberikan hasil yang terbaik. Studi tersebut menemukan bahwa diet teratur wortel yang dimasak selama enam minggu membantu membawa respons wanita terhadap kegelapan ke tingkat normal.
Namun, penelitian lain menunjukkan bahwa beta-karoten tidak diubah menjadi vitamin A dengan sangat efisien. Perkiraan menunjukkan bahwa beta-karoten membutuhkan 12 hingga 21 molekul beta-karoten dalam makanan untuk membuat hanya satu molekul vitamin A.
