7. Selalu menyalahkan orang lain
Dia meyakini bahwa orang-orang harus bertanggung jawab terhadap emosinya. Ketika normalnya seseorang berkata, “Aku sedang marah.” Dia akan selalu dan selalu mengatakan, “Kamu membuatku marah.” “Kamu membuatku jengkel,” “Kamu membuatku tidak bisa konsentrasi bekerja sehingga aku tidak naik pangkat.” Intinya dia selalu menyalahkan orang lain.
Apapun yang terjadi pada hidupnya, selama hal itu adalah hal buruk, dia akan selalu menunjuk kambing hitam. Kamu, sebagai orang terdekatnya, akan selalu disalahkan. Hingga pada akhirnya kamu percaya bahwa kamulah yang bersalah atas segala kekerasan yang terjadi. Padahal faktanya dia sendiri yang payah.
8. Dia mengancam kamu
Mudah sekali baginya untuk berkata bahwa dia akan mematahkan lehermu, namun dua detik kemudian dia akan meminta maaf tersedu-sedu dan mengatakan bahwa dia tidak bermaksud begitu karena dia mencintaimu. Pada kesempatan lain, dia akan mengancam untuk membunuh dirinya jika kamu pergi. Kamu dibuat dalam kondisi bingung bukan main dan tak tahu harus berbuat apa
9. Verbal abuse
Secara terus menerus, ia akan mengatakan hal jahat, menurunkan harga diri pasangannya, mengutuk, dan menyebutkan kekurangan yang ada pada diri pasangannya seperti menyebut, "Kamu bodoh, kamu tolol." Dengan bahasa yang sarkas dan sangat keji, dia tak henti membuatmu semakin merasa rendah diri. Akibatnya, kamu akan merasa tidak ada lagi yang mau menerimamu di dunia ini kecuali dia. Ya, hanya dia.
10. Kekerasan fisik
Lebam di wajah dan memar di lengan sudah cukup untuk menjadi saksi betapa kejam perlakuan dia padamu. Di tempat kerja kamu bilang kamu bilang kamu terjatuh. Kadang kamu bilang kamu diserempet mobil. Kenyatannya, kamu menutupi bahwa semua lebammu akibat dipukul oleh pasanganmu sendiri. Sangat menyedihkan.
11. Menyiksa secara emosional
Menggertak, menggebrak meja, memukul dinding tepat di sebelah telingamu, berteriak tepat di depan wajahmu, menguncimu, melihatmu dengan tatapan keji dan penuh amarah adalah cara yang dia lakukan untuk membuatmu tersiksa secara batin dan emosional. Kamu dibuatnya lemah, dibuatnya tak berdaya.
12. Kekerasan seksual
Baik sudah menikah atau belum, seseorang bisa jadi korban kekerasan seksual. Ketika kamu dipaksa berhubungan badan saat kamu tak mau, ketika kamu diminta melakukan suatu aktivitas seksual yang sangat tidak ingin kamu inginkan, atau ketika kamu dilukai saat berhubungan seksual, baik itu dicekik, dipukul atau ditendang, hal ini sudah merupakan bukti nyata bahwa kamu harus mencari pertolongan. Kalau ada banyak tanda mengerikan seperti itu dalam hubunganmu, maka segera tinggalkan pasanganmu, dan carilah pertolongan baik lewat teman atau ke psikolog!
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.