Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Di Tengah Pandemi, Orangtua Harus Perhatikan Kebutuhan Fisik dan Kasih Sayang Anak

Di Tengah Pandemi, Orangtua Harus Perhatikan Kebutuhan Fisik dan Kasih Sayang Anak
Anak di rumah (Foto: Healthline)
A
A
A

Di tengan pandemi Covid-19 membuat anak betah di rumah memang bukan perkara mudah, khususnya bagi pasien kanker anak. Meski begitu, orang tua harus putar otak agar anak sebisa mungkin merasa nyaman di rumah.

Nelly Hursepuny Mpsi, psikologi di Rehabilitasi Medik RS Kanker Dharmais, Jakarta memberikan tips terkait panduan mendampingi anak di rumah saja.

Orangtua harus memperhatikan kebutuhan anak. Kebutuhan di sini bukan hanya dalam bentuk fisik seperti makanan sehat dan lingkungan nyaman, namun juga kebutuhan akan kasih sayang dari kedua orangtuanya. Aturan harus jelas.

 anak-anak

Menurut Nelly, saat membuat aturan, orangtua harus bisa berkompromi dengan anak dan kemudian aturan tersebut diterapkan secara konsisten.

“Tujuannya agar orangtua bisa berpikir dengan cara pikir dan pandangan anak. Menempatkan diri seperti kakak bagi anak-anak. Ini penting terutama bagi yang memiliki anak usia pra remaja, di mana mereka sudah mulai keluar dari aturan orang tua dan lebih mendekat ke teman sebaya,” tutur Nelly.

Eratkan ikatan emosional anak dan orangtua. Jujur dan terbuka menjadi kuncinya. Nasihat bukan prioritas. Memberikan nasihat memang penting tetapi yang lebih diprioritaskan adalah anak yang ingin dimengerti dan didengarkan.

Teladan melalui contoh. Dalam hal apapun, orang tua harus menjadi contoh yang baik. jika akan mengajarkan kejujuran, maka jangan mengajarkan anak berbohong.

Ingatlah untuk selalu memberikan reward. Lebih baik baik memberikan reward daripada punishment.

Pandemi ini harus menjadi momentum untuk mendekatkan diri dengan anak. Gali potensi anak karena masing-masing anak itu unik.

Baca juga: 4 Gaya Manja Celine Evangelista Ngasuh Anak, Buat Papa Muda Makin Pusing

“Agar anak tidak bosan, maka berikan kegiatan yang disukai anak sesuai karakternya,” saran Nelly.

Bagi anak, bermain bukan sekedar memenuhi haknya. Lebih dari itu, bermain amat penting bagi tumbuh kembangnya.

Bermain juga memberikan banyak manfaat seperti memperkaya wawasan tentang solusi masalah, meningkatkan rasa keberhasilan, mengasah koordinasi motorik, hingga mengasah kemampuan sosial.

Bermain juga bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan untuk coping yang merupakan kemampuan untuk menghadapi dan mengatasi tantangan atau masalah dengan baik.

Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi., psikolog dan Ketua Ikatan Psikologi Klinis Jakarta, terdapat tiga konsep penting seputar dunia bermain anak. ‘Mainan’ yaitu alat yang digunakan, bisa merupakan hasil karya anak. Lalu, ‘permainan’ yaitu aktivitas yang diciptakan, bisa membutuhkan mainan ataupun tanpa mainan.

Dan, ‘bermain’ yaitu kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh kesenangan dan memberikan banyak manfaat bagi anak.

Seperti dilansir dari Sindo News, hal yang betul-betul memberikan manfaat buat anak bukanlah mainan atau permainan, namun proses bermain yang dilakukan anak.

“Orangtua bisa membantu anak untuk menciptakan mainan, mengusulkan permainan yang akan dilakukan, dan bermain bersama anak. Dengan demikian, anak bisa mendapatkan manfaat yang jauh lebih besar untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya,” tandas Anna.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement