Selama pandemi Covid-19 berlangsung, kebanyakan aktivitas masyarakat dilakukan di rumah. Anak-anak dan remaja juga masih melaksanakan kegiatan belajar dari rumah.
Hal ini tentu berdampak pada pola sedentary lifestyle. Karena anak-anak cenderung menghabiskan waktu di rumah dan berkutat pada dunia maya.
Hal ini membuat penggunaan internet pada usia anak dan remaja menjadi meningkat. Tentu hal ini membawa dampak kekhawatiran yang dirasakan orangtua karena anak-anak yang kecanduan internet cenderung mengabaikan pesan orangtua.
Untuk itu, para orangtua perlu mengetahui gejala anak dan remaja yang mengalami kecanduan internet. Menanggapi hal tersebut, Dokter Spesialis Kejiwaan Kristiana Siste, Sp.KJ(K) membeberkan ciri-ciri anak yang kecanduan internet.
Preokupasi
Anak yang mengalami adiksi internet akan memiliki pikiran intrusif berulang mengenai internet. Seperti memainkan smartphone sesaat setelah bangun dan sebelum menjalankan aktivitas, mengecek smartphone berkali-kali dalam sehari, dan lain-lain.

Toleransi
Anak dan remaja yang kecanduan internet cenderung mengabaikan waktu ketika sudah memegang smartphone. Jika mereka kecanduan dengan game online, mereka cenderung menghabiskan durasi yang lama ketika bermain, atau bahkan memberi perangkat yang lebih kompleks demi terciptanya suasana bermain yang nyaman.
Modifikasi emosi
Anak dan remaja yang mengalami adiksi internet cenderung memberikan alasan sebagai bentuk pembelaan diri. Umumnya mereka beralasan bahwa menggunakan internet dapat memperbaiki emosi negatif. Tetapi, melampiaskan emosi negatif dengan bermain internet justru dapat menyebabkan kecemasan.
Dampak negatif
Mereka yang tak bisa hidup tanpa internet bahkan dalam satu hari, cenderung akan mempengaruhi bentuk tubuh dan pikiran. Anak-anak bisa saja obesitas karena sedentary lifestyle, atau bahkan terjadi malnutrisi karena lupa makan akibat terlalu lama bermain gadget.
(Helmi Ade Saputra)