Kendati demikian, Menteri Kesehatan Rusia Mikhail Murashko mengatakan bahwa pihaknya tengah gencar meminta persetujuan dari para Presiden serta pejabat terkait, sehingga uji klinis vaksin diprediksi tetap dapat dilaksanakan bulan ini (Agustus).
"Saya harap China dan Rusia benar-benar menguji vaksin tersebut sebelum memberikannya kepada siapapun," ujar dokter dan pakar imunologi asal Amerika, Dr. Anthony Fauci saat rapat kongres belum lama ini.
Bahkan, beberapa pihak berasumsi bahwa pengembangan vaksin yang dilakukan Rusia hanyalah sekadar propaganda semata. Hal ini didasari dari klaim sepihak yang dilakukan media pemerintah, sementara bukti klinis penelitian mereka masih sangat minim, bahkan cenderung tidak transparan.
Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris Raya melayangkan protes keras kepada Rusia setelah hackers dari negara mereka dituduh mencuri data hasil penelitian ketiga negara tersebut.
Terkait klaim sepihak yang dilakukan Rusia, Dr. Anthony Fauci mengatakan bahwa Amerika saja baru dapat memproduksi vaksin secara massal akhir tahun ini.
"Jadi saya tidak percaya kita akan menemukan vaksin dalam waktu dekat ini, karena kita juga harus bergantung dengan penelitian negara lain," tegas Fauci.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.