ASI merupakan satu-satunya sumber nutrisi bagi bayi yang baru lahir. Karena memiliki sifat antiinflamasi dan antimikroba yang tinggi dibandingkan susu formula.
Ada sebuah studi tentang ASI yang meneliti "Gliserol Monolaurat Berkontribusi pada Aktivitas Antimikroba dan Antiinflamasi Susu Manusia", diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports. Studi ini menunjukkan konsentrasi gliserol monolaurat (GML) dalam ASI adalah 3.000 mikrogram per liter.
Baca Juga: Mesranya 3 Foto Nella Kharisma Jatuh Dalam Dekapan Dorry Harsa

GML sebagai monoester asam lemak dengan sifat antimikroba dan antiinflamasi yang tinggi bagi bayi. Kandungan GML dalam ASI menghambat pertumbuhan patogen. Ketika GML dikeluarkan dari ASI, kehilangan aktivitas antibakteri terhadap elemen patogen.
Para peneliti menunjukkan bahwa ASI manusia itu menghambat pertumbuhan bakteri patogen Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis dan Clostridium perfringens. Sementara susu sapi maupun susu formula bayi tidak memiliki efek apa pun.
Maka, begitu pentingnya ASI pada bayi untuk mendapatkan nutrisi, perkembangan bayi, kekebalan tubuh, dan mudah dicerna oleh tubuh bayi. Kebutuhan ASI tidak boleh berlebihan harus sesuai tahapan usia.
Bayi usia 1 hari: 7 ml (1 sendok teh) ASI dalam sekali minum
Bayi usia 2 hari: 14 ml (2 sendok teh) ASI dalam sekali minum
Bayi usia 3 hari: 25-38 ml (3-4 sendok makan) ASI dalam sekali minum
Bayi usia 1 minggu: 45-60 ml ASI dalam sekali minum
Bayi usia 1 bulan: 80-150 ml ASI dalam sekali minum
Bayi usia 6 bulan: 720 ml ASI per hari
Bayi usia 1 tahun: 550 ml ASI per hari
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.