Saat itulah seorang gembala melihat unta tersebut. unta itu memiliki bekas luka yang menunjukkan petualangannya. Dan saat mantan pemiliknya mendengar tentang perjalanan panjang yang penuh risiko, mereka memutuskan untuk mengambil hewan itu kembali.
“Ketika kami mendengar berita itu, kami ingin membawa kembali hewan itu. Tetapi pemiliknya saat ini telah menangkapnya kembali menuju tempatnya. Jadi kami menghubungi si pembeli dan memutuskan untuk mengganti unta tua dengan seekor betina berusia tiga tahun,” terang istri Temur.
Setelah mendapatkan kembali unta setia itu, istri Temur sangat sedih setelah menemukan banyak luka pada bagian tubuhnya. Luka tersebut diperkirakan dialami sang unta saat berjuang melewati pagar.
“Kami tidak akan menjualnya kepada orang lain lagi, karena unta adalah binatang yang cerdas. Ia akan bebas selama hidupnya,” pungkas wanita tersebut.
(Dyah Ratna Meta Novia)