Seekor unta mendadak viral dan berhasil meluluhkan hati jutaan warga Tiongkok. Unta ini berhasil menempuh jarak sejauh 100 kilometer melalui padang pasir demi kembali kepada pemilik sebelumnya setelah dijual delapan bulan lalu.
Unta yang setia dengan majikannya ini diduga menghabiskan waktunya selama berhari-hari dengan melintasi padang pasir yang tandus di daerah otonomi Mongolia Dalam, Tiongkok Utara untuk mencapai rumah asalnya setelah dijual kepada salah seorang petani sekira delapan bulan lalu.
Hewan yang terluka ini terlihat berjalan melintasi padang pasir pada awal bulan ini oleh seorang gembala lain yang mengambil dan merawat keperluannya ketika mencoba untuk menemukan pemiliknya.

Berita tentang unta yang kembali menuju rumah awalnya membuat pemilik awal bergegas untuk mengambilnya. Setelah mendengar tentang perjalanan sulit yang telah dilakukan oleh hewan tersebut, mantan majikannya menjadi sangat tersentuh, dan menginginkannya kembali.
Sebagaimana dilansir Oddity Central, Senin (20/7/2020), Temur yang merupakan mantan pemilik unta setia ini telah menjual peliharaannya kepada petani lain pada Oktober 2019. Sang pembeli membawa unta tersebut ke rumahnya yang berjarak 100 kilometer dan membesarkan hewan tersebut di musim dingin.
Awalnya hewan tersebut menyesuaikan diri dengan rumah barunya, tetapi pada 27 Juni, sehari setelah pencukuran musim panas, unta tersebut kabur dari rumah pemilik barunya.
Baca juga: Diciduk Polisi, Catherine Wilson Pakai Daster dan Sendal Jepit Jadi Sorotan
Kabarnya unta tersebut merindukan kampung halamannya sehingga ia nekat berjalan lebih dari 100 kilometer dengan melintasi padang pasir, pegunungan, jalan raya dan pagar sebelum akhirnya tiba di dekat rumah lamanya.
Saat itulah seorang gembala melihat unta tersebut. unta itu memiliki bekas luka yang menunjukkan petualangannya. Dan saat mantan pemiliknya mendengar tentang perjalanan panjang yang penuh risiko, mereka memutuskan untuk mengambil hewan itu kembali.
“Ketika kami mendengar berita itu, kami ingin membawa kembali hewan itu. Tetapi pemiliknya saat ini telah menangkapnya kembali menuju tempatnya. Jadi kami menghubungi si pembeli dan memutuskan untuk mengganti unta tua dengan seekor betina berusia tiga tahun,” terang istri Temur.
Setelah mendapatkan kembali unta setia itu, istri Temur sangat sedih setelah menemukan banyak luka pada bagian tubuhnya. Luka tersebut diperkirakan dialami sang unta saat berjuang melewati pagar.
“Kami tidak akan menjualnya kepada orang lain lagi, karena unta adalah binatang yang cerdas. Ia akan bebas selama hidupnya,” pungkas wanita tersebut.
(Dyah Ratna Meta Novia)