Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sering Terlambat Makan Malam, Ini Risiko yang Bakal Anda Hadapi

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Rabu, 15 Juli 2020 |15:55 WIB
Sering Terlambat Makan Malam, Ini Risiko yang Bakal Anda Hadapi
Makan malam (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Kondisi ini sama-sama dapat meningkatkan risiko kondisi kesehatan serius lainnya. Studi 2018 di Spanyol menemukan makan malam lebih awal, pada pukul 9 atau 10 malam, dan meninggalkan jeda setidaknya dua jam setelah makan baik untuk kesehatan

Kebiasaan ini tampaknya dikaitkan dengan risiko kanker payudara dan prostat yang lebih rendah. Mereka juga mencatat meskipun penelitian mereka kecil, itu lebih menyeluruh daripada hanya menyelidiki subjek.

Para peserta diminta untuk memakai pelacak aktivitas, dan diambil darahnya setiap jam saat tinggal di laboratorium. Mereka juga menjalani studi tidur dan scan lemak tubuh.

“Studi ini memberi penerangan baru tentang bagaimana makan larut malam memperburuk toleransi glukosa dan mengurangi jumlah lemak yang terbakar. Efek dari keterlambatan makan sangat bervariasi antara orang-orang dan tergantung pada waktu tidur mereka,” terang Penulis Studi, Jonathan C. Jun, MD.

Studi ini menunjukkan bahwa beberapa orang mungkin lebih rentan terhadap kebiasaan terlambat makan malam daripada yang lain. Jika hal ini terus terjadi secara kronis, maka kebiasaan telat makan malam dapat menyebabkan konsekuensi seperti diabetes atau obesitas.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement