Sebagian besar orang Asia dikenal memiliki kebiasaan makan malam lebih awal. Tapi apakah kebiasaaan itu sehat dan berdampak positif bagi kesehatan tubuh manusia?
Satu studi skala kecil yang baru dilakukan di Amerika Serikat (AS) menyarankan bahwa makan malam menjelang tengah malam dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan.
Studi ini dilakukan oleh para peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins. Studi melibatkan 10 pria dan 10 wanita. Semuanya dalam kondisi sehat, dan meminta mereka untuk makan malam pada dua waktu yang berbeda.

Satu kelompok diperintahkan makan malam pada pukul 18:00 sementara yang lainnya pada pukul 22:00. Mereka makan malam sebelum tidur di laboratorium pada pukul 23.00. Para partisipan mengonsumsi jumlah kalori dan kedua makanan mereka pun sama.
Para peneliti mencatat kadar glukosa, insulin, trigliserida, kortisol, dan penanda partisipan lainnya di malam hari dan keesokan paginya. Temuan ini, diterbitkan dalam Jurnal Endokrinologi & Metabolisme Klinik Masyarakat Endokrin.
Melansir dari World of Buzz, Rabu (15/7/2020) penelitian menunjukkan bahwa ketika para peserta makan malam, pada jam 10, kadar gula darah mereka lebih tinggi dan jumlah lemak yang terbakar lebih rendah. Hal ini terjadi meski makanan yang dikonsumsi mereka sama.
“Rata-rata, kadar glukosa puncak setelah makan malam sekitar 18 persen lebih tinggi, dan jumlah lemak yang terbakar semalam menurun sekira 10 persen dibandingkan dengan makan malam sebelumnya,” kata Penulis Studi, Chenjuan Gu, MD, PhD.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa efek yang terlihat pada sukarelawan yang terbiasa makan malam telat waktu sama seperti pasien obesitas atau diabetes. Mereka tampak memiliki metabolisme yang terganggu.
Baca juga: Indahnya Pemandangan Slope Point, Penuh dengan Pohon-Pohon Aneh yang Memikat
Para peneliti menunjukkan bahwa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa telat makan malam dapat dikaitkan dengan obesitas dan sindrom metabolik. Ini merupakan kondisi, yang memengaruhi lingkar pinggang, kadar trigliserida tinggi, kadar kolesterol baik yang rendah, tekanan darah tinggi dan gula darah puasa tinggi.