Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Selamat Ya! Kini Papua Bebas KLB Polio

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Rabu, 17 Juni 2020 |17:10 WIB
Selamat Ya! Kini Papua Bebas KLB Polio
Ilustrasi. (Freepik)
A
A
A

SAAT pandemi Covid-19 masih berlangsung, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengakhiri KLB Polio di Provinsi Papua. Kabar ini membuat masyarakat harus ikut bergembira.

Regional Director Dr Poonam Khetrapal Singh menyampaikan langsung kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI drg Oscar Primadi. Pernyataan itu tertulang melalui surat nomor P7/48/48 pada 26 Mei 2020 tentang Penghentian Outbreak Polio di Papua.

Dr Poonam Khetrapal Singh menyebutkan, penghentian KLB polio tersebut berdasarkan penilaian yang dikoordinasikan oleh WHO pada April 2020. Polio di Papua diakibatkan oleh Vaccine-Derived Poliovirus Type 1 cVDPV1 (circulated Vaccine Derived Polio Virus type 1) yang terdeteksi pada 2019.

“Saya mengapresiasi upaya pemerintah Indonesia dan semua jajaran tenaga kesehatan garda depan yang berkontribusi dalam kesuksesan ini di bawah kepemimpinan Anda (Menkes Terawan),” katanya, lewat keterangan resminya.

vaksin

Pada maret 2020, Komite Kegawatdaruratan di bawah International Health Regulations (2005) memutuskan bahwa Indonesia tidak lagi sebagai negara yang terjangkit meskipun tetap rentan akan terinfeksi kembali oleh virus polio atau cVDPV1.

“Saya lebih menyoroti bahwa ini merupakan tantangan untuk Indonesia dalam memelihara ketahanan imunitas masyarakat terhadap polio di semua provinsi dengan memberikan dukungan vaksin polio lewat mulut (OPV) serta dengan vaksin polio inactivated (IPV) melalui sistem imunisasi,” ujarnya.

Ia menilai hal tersebut perlu dilakukan mengingat Indonesia berisiko tinggi terhadap impor virus polio tipe 1 dan tipe 2 dari Malaysia dan Filipina. Ia juga menekankan akan pentingnya standar kualitas surveilans untuk deteksi dini virus polio, sebagai langkah kesiapan dalam menghadapi impor virus di Indonesia.

“Tim saya di Indonesia bersedia membantu dalam upaya penanggulangan risiko polio di Indonesia dan menjaga Indonesia bebas polio,” ucapnya.

Oscar Primadi mengapresiasi upaya sekaligus kesediaan WHO dalam membantu mengakhiri outbreak Polio di Papua. Oscar mengatakan, Kementerian Kesehatan akan terus berupaya meningkatkan imunitas masyarakat dari penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi terutama Polio di Papua.

“Meningkatkan imunitas masyarakat Indonesia melalui imunisasi terus kami upayakan. Kami juga akan melakukan upaya pencegahan terhadap impor virus polio, jangan sampai terjadi di Indonesia,” kata Sekjen Oscar.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan telah menyampaikan laporan kepada Kantor WHO Indonesia mengenai terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) cVDPV1. KLB Polio ini terjadi di Kabupaten Yakuhimo Provinsi Papua dengan satu kasus, dimulai 27 November 2018, dengan indikasi adanya transmisi pada dua orang anak sehat.

(Dewi Kurniasari)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement