Kondisi tersebut membuat dirinya juga harus menghadapi fakta bahwa membeli obat tidak lagi ditanggung BPJS Kesehatan, karena bukan di rumah sakit tempat biasa berobat. "Kemarin beli obat bisa sampai Rp200 ribu ada juga obat yang harganya di atas Rp200 ribu, padahal biasanya ditanggung BPJS Kesehatan," terangnya.
Di Surabaya juga sekarang nggak banyak klinik yang buka. Ini membuat Sam dan keluarga yang beberapa hari lalu mengalami masalah flu harus mengatasi kondisi tersebut secara mandiri.
"Ya, kami jadi beli jahe, semua jenis jahe kami beli, jahe merah, putih, kecil, atau besar, semua dibeli, madu juga kami beli. Ya, karena klinik dokter semuanya tutup," tambahnya.
Meski kekhawatiran itu tinggi, namun ia merasa tak semua warga Surabaya takut walau mereka ada di kawasan zona hitam. Hal itu bisa dilihat dari masih ramainya masyarakat beraktivitas di luar rumah.
"Jalan jalan enggak ngefek, masih rame. Aktivitas masih seperti biasa karena mungkin beberapa dari masyarakat masih harus beraktivitas," keluhnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.