Sementara itu, Vadim Backman yang menjadi ketua penelitian dari Northwestern mengatakan, "Kaitan antara level vitamin D yang rendah dengan angka kematian pada pasien virus corona masih harus dipastikan dengan penelitian lebih lanjut,".
Dia berharap penemuan timnya dapat menstimulasi para peneliti lain untuk turut serta memberikan kontribusi.
"Data dari hasil penelitian ini nantinya dapat membantu kita memperjelas kematian pada pasien COVID-19, serta memunculkan ide terapi atau obat penyembuhan baru," tandasnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.