Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Peneliti Sebut Kekurangan Vitamin D Pengaruhi Angka Kematian COVID-19

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Jum'at, 08 Mei 2020 |19:29 WIB
Peneliti Sebut Kekurangan Vitamin D Pengaruhi Angka Kematian COVID-19
Ilustrasi (Foto : Medicalnewstoday)
A
A
A

"Cytokine storm sangat merusak paru-paru dan memicu terjadinya gangguan pernapasan akut hingga kematian pada pasien," tegad Ali Daneshkhah, seorang postdoctoral research associate di Northwestern's McCormick School of Engineering, seperti dikutip dari Foxnews, Jumat (8/5/2020).

"Kondisi seperti inilah yang nampaknya membunuh sebagian besar pasien COVID-19, bukan disebabkan oleh paru-paru yang rusak akibat virus itu sendiri. Melainkan komplikasi yang salah sasaran dari sistem kekebalan tubuh," imbuhnya.

Vitamin D

Kendati demikian, para peneliti juga memperingatkan akan bahaya dari konsumsi suplemen vitamin D yang berlebihan.

"Meski sangat penting untuk mengetahui bahwa level vitamin D memainkan peran penting dalam menurunkan angka kematian, namun kita juga tidak boleh terlalu memaksakan asupan Vitamin D pada semua orang," tegasnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement