Sebagaimana dilansir Sputnik News, Kamis (7/5/2020), dalam salah satu genom, yang dikenal sebagai AZ-ASU2923, 81 pasangan basa DNA dalam gen yang disebut ORF7a terhapus. Gen ORF7a menghasilkan protein aksesori yang membantu virus dalam menginfeksi dan mereplikasi di dalam tubuh manusia.
Protein ini dipercaya dapat membantu virus memintas sistem kekebalan tubuh dan memungkinkan virus untuk menggandakan dan membunuh sel sebelum menyebar ke orang lain.
"Protein virus dianggap membantu SARS-CoV-2 menghindari imunitas manusia, dan akhirnya membunuh sel. Kondisi ini membebaskan virus untuk menginfeksi sel-sel lain dalam reaksi berantai yang dapat dengan cepat menyebabkan virus membuat salinan dirinya sendiri di seluruh tubuh,” tulis rilis tersebut.
Penghapusan gen yang menghasilkan protein pada sampel COVID-19 menunjukkan bahwa virus mungkin melemah, mirip dengan yang penyakit yang menyebabkan SARS.
"Salah satu alasan mengapa mutasi ini menarik adalah karena itu mencerminkan penghapusan besar yang muncul dalam wabah SARS 2003," tutur Efrem Lim, seorang peneliti ASU dan penulis studi utama.
Selama pertengahan dan tahap akhir epidemi SARS, virus mengalami mutasi yang melemahkannya. Saat ini para peneliti ASU sedang melakukan percobaan tambahan untuk memahami konsekuensi fungsional dari mutasi virus tersebut.