Demi tujuan penelitian yang bermanfaat untuk ibu hamil dan bayi lainnya, di tengah situasi sulit tersebut Natasha mengizinkan pihak peneliti mengambil darah bayinya untuk penelitian.
Lima hari kemudian, Natasha pun mulai memasuki proses melahirkan. Namun sang bayi tak mau segera keluar dari perutnya, bahkan sampai satu minggu setelah tanggal due date yang diprediksikan. Situasi ini membuat tim dokter memutuskan untuk melakukan induksi pada Natasha.
Di tengah ketakutan kemungkinan sang anak bisa saja tertular COVID-19, mukjizat datang pada keluarga kecil ini. Meski lahir dari orang tua positif COVID-19, ajaibnya Boaz yang lahir dengan berat 3,7 kilogram pada 26 April 2020 lalu, nyatanya negatif COVID-19.
Keajaiban ini bahkan membuat tim dokter menyebut Boaz sebagai bayi ajaib. Kelahiran Boaz ini disebutkan, kemungkinan jadi bayi pertama yang lahir dari orang tua yang terinfeksi positif COVID-19.
“Dokter penyakit menular memberi tahu kami dia adalah bayi super, bayi super Singapura," imbuhnya.
Tapi, penelitian dan tes belum selesai. Dokter mengatakan kepada Natashan dan Pele bahwa semua bukti dan pemahaman tentang COVID-19, menyarankan Boaz bisa menjadi orang Singapura pertama yang dilahirkan dengan antibodi COVID-19.
Sejauh ini bahkan ada bahasan tentang kemampuan untuk memberikan kekebalan seumur hidup, yang masih diperdebatkan di komunitas ilmiah. Demikian seperti diwarta Asiaone, Rabu (6/5/2020).
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.