Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ketika Kartini Modern Hadapi Masalah Klasik di Tengah Pandemi Corona

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Selasa, 21 April 2020 |21:15 WIB
Ketika Kartini Modern Hadapi Masalah Klasik di Tengah Pandemi Corona
Ilustrasi. (Freepik)
A
A
A

BERTEPATAN dengan Hari Kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April, sepertinya kurang afdol bila belum membahas perjuangan para Kartini modern Indonesia. Seperti apa?

Pastinya perjuangan mereka memang berbeda, bila dibandingkan dengan Raden Ajeng Kartini, yang tak kenal lelah memperjuangkan hak-hak wanita di masa lampau. Terutama dalam bidang pendidikan.

Kendati demikian, tantangan yang dihadapi Kartini modern juga tidak dapat dipandang sebelah mata. Apalagi bagi para ibu rumah tangga yang memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik buah hatinya.

ibu

Ini memang bukan lah pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan kesabaran dalam menghadapi perilaku anak dengan keunikannya masing-masing. Di tambah lagi, saat ini Indonesia tengah dilanda pandemi virus corona atau COVID-19.

Tugas mereka menjadi berlipat ganda karena harus mengawasi anak sekaligus memastikan tugas-tugas lainnya, termasuk urusan dapur.

Jadi tak ada salahnya, bila banyak ibu rumah tangga yang mengaku kewalahan dan mengeluh kepada orang di sekitarnya untuk melepaskan uneg-uneg. Seperti unggahan viral yang dibagikan oleh akun @bintangforza.

Dalam unggahan tersebut, sang pemilik akun membagikan tangkapan kamera yang berisi keluh kesah para ibu rumah tangga saat mengawasi kegiatan belajar anak-anaknya di rumah. Yuk simak langsung ulasannya.

Banting laptop

Keluhan pertama datang dari seorang ibu muda yang kebingungan menggunakan laptop demi membantu anaknya menyelesaikan pekerjaan rumah (PR). Merasa tidak mahir menggunakan gadget, dia pun memborbardir guru anaknya dengan pesan yang sangat mengejutkan.

"Titip tolong sampaikan kepada guru yang bersangkutan. Saya sudah mau banting laptop saya ini. Lama-lama saya minta biaya psikiater ke sekolah, kalau saya masih dibikin susah. Saya ga mau urusin semua tugas-tugas sekolah. Yang sekolah anak saya, kok saya yang repot," tulisnya.

Martabak jadi pelampiasan

Tak dapat dipungkiri bahwa pelajaran anak jaman sekarang jauh lebih sulit dibandingkan generasi sebelumnya. Alhasil, setiap orangtua mau tidak mau harus beradaptasi dengan keadaan tersebut.

Jadi rasanya sangat wajar bila terkadang ada orangtua mengaku kesulitan saat membantu anaknya mengerjakan PR yang diberikan gurunya. Seperti curahan hati seorang ibu yang satu ini. Dia nekat menghubungi guru anaknya karena merasa PR yang diberikan terlalu susah.

"Sir sampein yah benar-bener musti sampein kasih pr jangan susah-susah jangan repot. Kalau mau kasih yang susah, guru buat video sambil jelasin terangin ke anak-anak masa ortu yang musti terangin juga. Guru kasih tugas-tugas sama keterangan sekedarnya. Emang saya dukun bisa langsung paham, langsung mengerti maksud isi hati para guru," tulisnya.

"Disampein sir jangan cuma ditampung, emang situ tempayan tampung-tampung. Gara-gara emosi sampe martabak abis 6 potong. Kalau saya gendung kan repot," tambah dia.

(Dewi Kurniasari)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement