“Tidak ada yang menjamin apabila seseorang punya antibodi maka dia terlindung sepenuhnya dari penyakit ini atau tidak akan tertular lagi. Tambahan pula, beberapa tes punya isu kepekaan. Kemungkinan bisa memberikan hasil negatif yang palsu, dan kita kemungkinan berhadapan dengan seseorang yang yakin mereka punya serum positif atau mereka terlindung padahal mereka bisa terpapar dan rentan terhadap penyakit COVID-19,” ujar Ryan.