"Tempat seperti Samutprakarn Crocodile Farm and Zoo ini merupakan neraka bagi hewan-hewan yang berada di sana, salah satunya simpanse ini yang hidup seperti dalam tahanan, sengsara setiap hari," kata juru bicara PETA Asia Nirali Shah, dilansir dari New York Post.
Shah melanjutkan, hewan yang ada di kebun binatang itu dianiaya secara rutin. "Ketika hewan-hewan tak dipergunakan sebagai alat pertunjukan, mereka ditempatkan di kandang yang sangat sempit," sambungnya.
PETA pun sudah mengajukan surat aduan pada kepolisian Thailand mengenai aksi yang dilakukan kebun binatang tersebut. PETA mendesak agar kepolisian memeriksa secara detil apa saja yang dilakukan kebun binatang tersebut terhadap hewan yang ada di sana.

Namun, kecaman PETA sepertinya tak berjalan mulus. Sebab, Direktur Kebun Binatang Uthen Yangpraphakorn mengklaim, tak ada 'bisnis monyet' yang dilakukan pihak kebun binatang. Menurut Uthen, apa yang dilakukan pegawai kebun binatang adalah kegiatan 'menyenangkan' untuk hewan-hewan.