PARA ahli mengatakan, penelitian menunjukkan banyak penyakit telah dikaitkan dengan golongan darah. Memang, golongan darah tertentu ternyata lebih tahan dari penyakit.
Dr. Mary Cushman, MSc, ahli hematologi dan profesor di Larner College of Medicine di University of Vermont, mengatakan bahwa golongan darah AB, ternyata lebih rentan terkena penyakit stroke.
“Kami menemukan bahwa tipe AB terkait dengan risiko stroke, dan secara umum risiko gangguan kognitif. Meskipun tidak semua penelitian mengamati hal itu,” kata Cushman seperti dilansir dari Healthline.

"Tipe O, dibandingkan dengan tipe lain, juga melindungi terhadap serangan jantung dan pembekuan darah di pembuluh darah, yang dikenal sebagai trombosis vena," tambahnya.
Menurutnya, hingga kini para dokter belum tahu mekanismenya. Meski demikian, dia mengatakan ada perbedaan berdasarkan golongan darah dalam faktor pembekuan tertentu, dan faktor dalam sirkulasi yang berhubungan dengan koneksi sel lapisan pembuluh darah.
Menambahkan, Patricia Foster, PhD, seorang ahli mikrobiologi dan profesor emerita biologi di Universitas Indiana, melihat hubungan antara penyakit usus seperti norovirus dan golongan darah. "Norovirus memiliki alasan biologis yang jelas mengapa golongan darah akan membuat perbedaan," katanya.
"Norovirus benar-benar menggunakan gula pada permukaan sel untuk menempelkan dirinya pada sel," tambah dia.
Secara umum, orang yang tidak membuat antigen H1 dan mereka yang memiliki darah tipe B cenderung akan resisten, sedangkan orang dengan golongan darah A, AB, atau O akan cenderung sakit.
"Kami tidak akan tahu apa yang harus dilakukan tentang informasi ini untuk mencegah atau mengobati infeksi," kata Cushman.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.