Sementara itu, pada 2015 silam, Abrar Ahmad Chughtai, dosen kesehatan internasional di Universitas New South Wales di Sydney sendiri melakukan satu-satunya uji klinis dunia, tentang efektivitas masker kain.
Dari uji klinis tersebut, didapatkan hasil bahwa jika dibandingkan dengan masker medis tipe masker spesialis bedah, pada masker kain memang tingkat semua hasil infeksi secara konsisten, lebih tinggi daripada masker bedah.
Tapi sekali lagi, karena di penelitian ini perbandingannya dengan masker bedah, maka pada dasarnya cukup sulit untuk menentukan bagaimana kinerja masker kain itu. Terutama jika dibandingkan tanpa memakai masker sama sekali.
Abrar mengungkapkan, pada penelitian lain hasilnya menunjukkan bahwa masker kain dapat memberikan perlindungan kepada si pemakainya. Tetapi perlindungan ini masih kurang dari perlindungan, yang bisa diberikan oleh masker medis dan respirator.