SEPERTI di Indonesia, negara-negara maju seperti Amerika, Singapura, dan Kanada pun mengalami kelangkaan masker medis. Padahal makser sangat dibutuhkan sebagai salah satu bagian dari alat pelindung diri bagi para tenaga medis.
Masker medis yang dimaksud seperti masker N95 dan masker bedah. Nah, masker medis yang semestinya hanya untuk para tenaga medis, tetapi masih saja dibeli dan dipakai oleh masyarakat.
Hingga akhirnya keluarlah imbauan bagi masyarakat biasa dan orang-orang yang sehat untuk menggunakan masker DIY (do it yourself) yang dibuat sendiri menggunakan material bahan dari kain.
Memang, sejauh ini masih sedikit penelitian klinis, tentang seberapa efektif masker kain sebagai masker darurat.

Tapi meskipun ada spektrum bukti tentang efektivitas masker, bagi si pemakai dan masyarakat luas di lingkungan sekitar orang tersebut, patut diingat juga, bahwa pakai masker bukan satu-satunya cara mencegah corona COVID-19. Ada upaya perlindungan lainnya, yakni rajin mencuci tangan, menjaga jarak dan kontak dengan orang lain.
Dikatakan oleh Benjamin Cowling, kepala epidemiologi Hong Kong University (HKU), memakai masker non medis atau dengan kata lain masker kain, tetaplah menjadi upaya yang harus dilakukan oleh masyarakat umum. Cara ini masih jauh lebih baik, daripada tidak melindungi diri sama sekali.
“Konsep pemakaian masker kain ini adalah lebih baik daripada tidak sama sekali,” ujar Benjamin, sebagaimana dikutip Southchinamorningpost, Jumat (10/4/2020).