Tes antibodi
Ada juga tes antibodi, sejauh ini tes tersebut terbukti tidak bisa diandalkan. Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock, mengatakan pekan lalu bahwa 15 tes antibodi sudah diuji, tapi tidak ada yang cukup bagus.
Prof John Newton, yang mengawasi tes corona di Inggris, memaparkan kepada surat kabar The Times, perangkat tes yang dibeli dari China dapat mengenali antibodi para pasien yang mengalami sakit parah akibat virus corona, tapi tidak mampu mendeteksi kasus dengan gejala ringan.
Tes apa yang sedang diterapkan di Indonesia untuk melawan corona COVID-19?
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, menyebut lebih dari 500 ribu unit alat rapid test telah didistribusikan. Dia mengakui rapid test ini tidak semuanya efektif.
"Jadi total yang sudah terdistribusi itu bisa mencapai lebih dari 500 ribu unit. Kemudian ternyata juga rapid test ini tidak semuanya efektif. Karena itu, ke depan kita lebih banyak mendatangkan PCR test," kata Doni dalam rapat dengan Komisi VIII DPR RI yang digelar secara virtual, Senin 6 April 2020.
Selain rapid test, pemerintah juga menggelar tes menggunakan analisa PCR. Hal ini dikatakan oleh Juru Bicara Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto.
"Kami sudah melakukan pemeriksaan 14.534 spesimen untuk PCR Real-time. Ini dilaksanakan dari spesimen yang dikirim lebih dari 300 rumah sakit rujukan Covid-19, baik rumah sakit umum pemerintah, rumah sakit BUMN, rumah sakit TNI, rumah sakit Polri, maupun rumah sakit swasta," katanya.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.